Sabtu, 23 Mei 2009


Teori Proses Menua

1)Teori – teori biologi

a)Teori genetik dan mutasi (somatic mutatie theory)

Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies – spesies tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul – molekul / DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel – sel kelamin (terjadi penurunan kemampuan fungsional sel)

b)Pemakaian dan rusak

Kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel – sel tubuh lelah (rusak)

c)Reaksi dari kekebalan sendiri (auto immune theory)

Di dalam proses metabolisme tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidaktahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit.

d)Teori “immunology slow virus” (immunology slow virus theory)

Sistem imune menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus kedalam tubuh dapat menyebabkab kerusakan organ tubuh.

e)Teori stres

Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai.

f)Teori radikal bebas

Radikal bebas dapat terbentuk dialam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan osksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein. Radikal bebas ini dapat menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.

g)Teori rantai silang

Sel-sel yang tua atau usang , reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis, kekacauan dan hilangnya fungsi.

h)Teori program

Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati.

2)Teori kejiwaan sosial

a)Aktivitas atau kegiatan (activity theory)

- Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. Teori ini menyatakan bahwa usia lanjut yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial.

- Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia.

- Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia

b)Kepribadian berlanjut (continuity theory)

Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori diatas. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimiliki.

c)Teori pembebasan (disengagement theory)

Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjaadi kehilangan ganda (triple loss), yakni :

1.kehilangan peran 

2.hambatan kontak sosial 

3.berkurangnya kontak komitmen


Permasalahan Yang Terjadi Pada Lansia

Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan lanjut usia, antara lain: (Setiabudhi, T. 1999 : 40-42)

1)Permasalahan umum

a) Makin besar jumlah lansia yang berada dibawah garis kemiskinan.

b) Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia lanjut kurang diperhatikan , dihargai dan dihormati. 

c) Lahirnya kelompok masyarakat industri.

d) Masih rendahnya kuantitas dan kulaitas tenaga profesional pelayanan lanjut usia.

e) Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia.


2)Permasalahan khusus :

a)Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik fisik, mental maupun sosial.

b)Berkurangnya integrasi sosial lanjut usia.

c)Rendahnya produktifitas kerja lansia.

d)Banyaknya lansia yang miskin, terlantar dan cacat.

e)Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat individualistik.

f)Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Ketuaan

1)Hereditas atau ketuaan genetik

2)Nutrisi atau makanan

3)Status kesehatan

4)Pengalaman hidup

5)Lingkungan 

6)Stres

Perubahan – perubahan Yang Terjadi Pada Lansia

1)Perubahan fisik

Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistim organ tubuh, diantaranya sistim pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastro intestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.

2)Perubahan mental

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental :

a)Pertama-tama perubahan fisik, khsusnya organ perasa.

b)Kesehatan umum 

c)Tingkat pendidikan

d)Keturunan (hereditas)

e)Lingkungan

f)Gangguan syaraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian.

g)Gangguan konsep diri akibat kehilangan kehilangan jabatan.

h)Rangkaian dari kehilangan , yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili.

i)Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri, perubahan konsep dir.


3)Perubahan spiritual

Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya (Maslow, 1970)

Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaanya , hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari (Murray dan Zentner, 1970)


Penyakit Yang Sering Dijumpai Pada Lansia

Menurut the National Old People’s Welfare Council , dikemukakan 12 macam penyakit lansia, yaitu :

1)Depresi mental

2)Gangguan pendengaran

3)Bronkhitis kronis 

4)Gangguan pada tungkai/sikap berjalan.

5)Gangguan pada koksa / sendi pangul

6)Anemia

Sabtu, 21 Maret 2009



Apa itu Demensia?

Demensia adalah satu penyakit yang melibatkan sel-sel otak yang mati secara abnormal. Hanya satu terminologi yang digunakan untuk menerangkan penyakit otak degeneratif yang progresif. Daya ingatan, pemikiran, tingkah laku dan emosi terjejas bila mengalami demensia. Penyakit ini boleh dialami oleh semua orang dari berbagai latarbelakang pendidikan mahupun kebudayaan. Walaupun tidak terdapat sebarang rawatan untuk demensia, namun rawatan untuk menangani gejala-gejala boleh diperolehi.
 
Symptoms of Dementia

Setiap orang akan mengalami demensia dalam cara yang tersendiri. Gejala-gejala termasuklah:
• Terlupa tarikh-tarikh 
• Selalu tersalah simpan barang-barang 
• Mengulangi soalan 
• Kerap lupa untuk tutup dapur gas atau paip air 
• Susah memikirkan perkataan-perkataan yang sesuai bila menerangkan sesuatu 
• Sukar melakukan kerja-kerja yang sebelum ini dianggap rutin biasa 
• Sesat dalam persekitaran yang dikenali dahulunya 
• Menghadapi masalah memandu 
• Menghadapi masalah membuat keputusan kewangan 
• Perubahan angin (perasaan) termasuk keresahan dan kemurungan 
• Perubahan personaliti seperti peradaban yang kurang sesuai dalam situasi-situasi sosial
Pada peringkat awal, adalah sukar untuk memastikan sama ada terdapat sesuatu yang tidak kena. Adalah satu kebiasaan bagi orang-orang yang terjejas oleh penyakit Alzheimer (salah satu daripada sebab-sebab demensia) untuk menafikan yang mereka sedang menghadapi masalah. Ahli-ahli keluarga mungkin akan mengesyaki ada sesuatu yang tidak kena. Adalah penting untuk mendapatkan bantuan secepat yang mungkin kerana perubatan boleh membawa kesan yang lebih baik sekiranya dapat dilaksanakan pada peringkat awal.

Pada peringkat pertengahan, penyeliaan ke atas aktiviti harian yang tertentu diperlukan. Perubahan angin personaliti mungkin akan menjadi lebih ketara dan bermasalah. Sebagai contohn, mereka mungkin akan menjadi lebih resah di tengah malam atau akan merayau-rayau dan sesat. Atau mereka akan kehilangan rasa malu mereka, akan berani menanggalkan pakaian di khalayak ramai atau cuba menjalin hubungan seks sumbang.
Pada peringkat yang lanjut, penyakit ini disusuli dengan kemerosotan kognitif yang teruk. Orang yang terjejas akan menjadi acuh tak acuh, keliru dan tidak dapat mengemudi diri dalam rumah sendiri. Orang tersebut juga akan susah mengawal hawa nafsu dan kehilangan pertuturan yang boleh difahami. Akhirnya pada peringkat lanjut ini, mereka yang terjejas tidak dapat menjaga diri sendiri dan akan perlu bantuan dalam semua aspek aktiviti harian.
 
Apakah sebab-sebab Demensia?

Terdapat beberapa penyakit yang menyebabkangejala-gejala demensia. Kesemuanya menyebabkan kematian sel otak. Terdapat banyak faktor yang mungkin menyebabkan kesan terhadap risiko pembentukan demensia. Ini termasuk faktor umur, gen, alkohol dan kecederaan di kepala. Dua jenis sebab utama yang menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.